A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: controllers/C_dashboard.php

Line Number: 652

Backtrace:

File: /home/pasangka/public_html/application/controllers/C_dashboard.php
Line: 652
Function: _error_handler

File: /home/pasangka/public_html/application/controllers/C_dashboard.php
Line: 25
Function: visitorAdd

File: /home/pasangka/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 2

Filename: controllers/C_dashboard.php

Line Number: 653

Backtrace:

File: /home/pasangka/public_html/application/controllers/C_dashboard.php
Line: 653
Function: _error_handler

File: /home/pasangka/public_html/application/controllers/C_dashboard.php
Line: 25
Function: visitorAdd

File: /home/pasangka/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Pasangkayu
  • Sunrise At: 05:30 WITA
  • Sunset At: 17:55 WITA
Sec Top Mockup 2 Sec Bottom Mockup

Pemerintah daerah kabupaten pasangkayu menggelar upacara Hari Otonomi Daerah yang ke-30 tahun 2026

Blog Detail Image 1
Pemerintah daerah kabupaten pasangkayu menggelar upacara Hari Otonomi Daerah yang ke-30 tahun 2026

Pemerintah daerah kabupaten pasangkayu menggelar upacara Hari Otonomi Daerah yang ke-30 tahun 2026. Dengan Tema " Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita". 

Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor bupati pasangkayu, Senin(27/04/ 2026), dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda kabupaten pasangkayu, para pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup pemerintah daerah kabupaten pasangkayu, para pimpinan instansi vertikal serta seluruh ASN lingkup pemerintah daerah kabupaten pasangkayu.


Selaku inspektur upacara, sekretaris daerah kabupaten pasangkayu, Muh. Zain Machmoed, membacakan sambutan seragam Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.


Dalam sambutannya, ia

menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah daerah, para tokoh masyarakat, akademisi, serta seluruh elemen bangsa yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia. Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak inilah yang menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel. Peringatan Hari otonomi daerah tahun 2026 mengusung tema, "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita". 


Tema tersebut mengandung makna melambangkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, untuk secara bersama-sama mewujudkan Asta cita yang menggambarkan harapan Bangsa Indonesia dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dan merupakan kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional. 


Sebagaimana yang telah ditegaskan oleh bapak presiden Prabowo Subianto bahwa kesatuan visi, arah kebijakan strategi serta langkah implementasi yang sinkron dan berkelanjutan di setiap tingkatan pemerintahan menjadi salah satu kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan besar menuju Indonesia emas. 


Hal strategis yang perlu menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak baik untuk mengharmoniskan gerak langkah pada tatanan implementasi diantaranya: 

1. Program kerja prioritas nasional yang terbagi ke dalam delapan klaster, yakni:1. Kedaulatan pangan. 2. Kemandirian energi dan air. 3. Pendidikan. 4. Kesehatan. 5. Hilirisasi dan industrialisasi. 6. Infrastruktur perumahan, dan ketahanan bencana. 7. ekonomi kerakyatan dan desa. 8. Penurunan kemiskinan. Pengelolaan sampah menjadi energi listrik, rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Sumatera dan pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

2. Reformasi birokrasi berbasis digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah untuk mewujudkan birokrasi yang cepat dan lincah perlu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang modern, efektif dan responsif melalui pemanfaatan teknologi yang terintegrasi. 

3. Penguatan kemandirian fiskal daerah yang hingga saat ini terdapat 469 dari 546 daerah dalam kategori kapasitas fiskal lemah. Sehingga ketergantungan dana transfer dari pemerintah pusat masih tinggi. 

4. Kolaborasi antara daerah yang cenderung berjalan sendiri-sendiri dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. 

5. Meningkatkan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan dan kesenjangan yang cukup nyata tercermin dari angka rata-rata gini rasio Indonesia 0,375 sehingga perlu upaya pemerataan yang lebih komprehensif.

6. Penguatan stabilitas dan ketahanan daerah tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada penguatan stabilitas dan ketahanan daerah, yang dapat diukur melalui angka inflasi. 

Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pemerintahan, termasuk kegiatan peringatan Hari otonomi daerah, harus tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan penghematan anggaran, sebagaimana arahan bapak presiden Republik Indonesia, seluruh pemerintah daerah diharapkan untuk: 

1. Menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan, dan tidak bersifat seremonial semata. 

2. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada, dengan tetap mengedepankan efektivitas dan manfaat. 

3. Memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. 

4. Menghindari pemborosan anggaran yang tidak berdampak langsung terhadap layanan publik dan kesejahteraan masyarakat. 

Akhir kata, sekali lagi saya ucapkan selamat hari otonomi daerah yang ke-30 tahun 2026. Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan Asta cita dan kemajuan.