Bupati Pasangkayu, secara resmi membuka Musrenbang RKPD kabupaten pasangkayu tahun 2027
31
Mar 2026
Bupati Pasangkayu, secara resmi membuka Musrenbang RKPD kabupaten pasangkayu tahun 2027
Selasa, 31 Maret 2026.
Pantai Koa-Koa Desa Polewali Kec. Bambalamotu.
Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, secara resmi membuka musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) kabupaten pasangkayu tahun 2027. dengan tema "Optimalisasi Infrastruktur Dasar, Peningkatan Kualitas SDM dan Ekonomi Yang Inovatif".
Kegiatan ini dihadiri oleh kepala Bappeda provinsi Sulbar, Wakil ketua DPRD pasangkayu, anggota DPRD pasangkayu, Narasumber, dari Universitas Tadulako, Prof. Patta Tope, para unsur forkopimda kabupaten pasangkayu, para asisten, staf ahli, staf khusus, para kepala perangkat daerah, para pimpinan perbankan dan perusahaan, para camat, lurah, para kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, menyampaikan penyusunan RKPD 2027 dilakukan dengan tantangan global dan nasional yang sangat dinamis. Jika harus menyadari bahwa kondisi geopolitik dunia termasuk ketegangan di Timur Tengah antara Iran, dan Amerika Serikat - Israel telah memberikan dampak sistemik terhadap stabilitas ekonomi global, hal ini berpotensi memicu fluktuasi harga energi dan komoditas, yang pada akhirnya akan terasa hingga ke level daerah.
Di tingkat nasional, kita juga dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Pengurangan transfer ke daerah (TKD) secara signifikan telah menyebabkan penyempitan ruang fiskal kita. Ini adalah realitas pahit yang harus kita terima dan kelola dengan bijak. Anggaran tidak lagi bisa bersifat "Bagi Rata" melainkan harus "Bagi Prioritas".
Merespon keterbatasan fiskal tersebut, kita tidak boleh hanya sekedar bertahan, kita harus berinovasi. Oleh karena itu, arah kebijakan RKPD 2027 sesuai tema pembangunan kita yaitu, "Optimalisasi Infrastruktur Dasar, Peningkatan Kualitas SDM Dan Ekonomi Yang Inovatif", akan kita fokuskan pada kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Selain itu, strategi besar yang kita usung adalah mewujudkan "Pasangkayu Sebagai Lumbung Protein". Ini bukan sekedar slogan melainkan peta jalan transformasi ekonomi kita yang akan mengintegrasikan tiga faktor utama yang menjadi andalan basis daerah kita yaitu perkebunan, perikanan dan peternakan, dengan sistem integrasi antara perkebunan sawit dengan peternakan atau perikanan kita akan memaksimalkan limbah perkebunan sawit dan pabrik kelapa sawit sebagai sumber pakan berkualitas untuk pengembangan ternak sapi, unggas dan pakan untuk budidaya perikanan.
Dengan ketersediaan protein yang melimpah, kita tidak hanya memperkuat ekonomi, tetapi juga bentuk sinergitas program kita dengan program nasional yaitu makan bergizi gratis, penurunan stunting melalui pemenuhan gizi masyarakat.
Menyikapi keterbatasan fiskal saat ini, saya sampaikan 3 (Tiga) instruksi khusus bagi seluruh kepala perangkat daerah untuk segera dilaksanakan yaitu:
1. Akselerasi sinergitas dan optimalisasi dukungan Pusat. Kita harus menghentikan cara kerja yang sifatnya rutinitas dan parsial. Setiap OPD harus aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, dan program yang sinergi dengan prioritas nasional. Agar program strategis kita mendapatkan dukungan anggaran dan bantuan teknis dari pemerintah pusat.
2. Efisiensi anggaran berbasis dampak. Hentikan pemborosan pada kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada masyarakat. Alihkan setiap rupiah untuk memperkuat investasi, partisipasi swasta, serta sektor fundamental khususnya peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal.
3. Penguatan publikasi dan akuntabilitas. Publikasikan setiap program dan capaian kinerja secara masif melalui kanal komunikasi resmi. Agar rakyat tahu apa yang telah kita lakukan dan perjuangkan. Transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menarik minat investor. Pastikan dunia luar melihat potensi dan kerja nyata yang kita lakukan.
Mari kita jadikan momentum ini sebagai momentum untuk menyatukan tekad walaupun tantangan global membayangi dan anggaran terbatas, kreativitas dan keberanian kita dalam mengambil kebijakan strategis akan menjadi kunci kesejahteraan masyarakat Pasangkayu di masa depan. Sebagaimana tertuang dalam visi kita pasangkayu yang sejahtera, maju dan bermartabat berlandaskan keberagaman.
