• Sunrise At: 05:30 WITA
  • Sunset At: 17:55 WITA
Sec Top Mockup 2 Sec Bottom Mockup

Bupati dan Wakil Bupati Dampingi PJ Gubernur Sulbar Hadiri Musrenbang RKPD di Kab. Pasangkayu

Blog Detail Image 1
Bupati dan Wakil Bupati Dampingi PJ Gubernur Sulbar Hadiri Musrenbang RKPD di Kab. Pasangkayu

Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa Dampingi Pejabat Gubernur Sulawesi Barat. Prof. Zudan Arif Fahkrullah bersama Rombongan dalam Menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Pasangkayu Tahun 2025. Dengan Tema." Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur"di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pasangkayu, Rabu (13 Maret 2024).

Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Paripurna DPRD Pasangkayu dan dihadiri oleh Pejabat Gubernur Sulawesi Barat bersama Rombongan. Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu, Setda Pasangkayu, Dandim 1427/Pasangkayu, Polres Pasangkayu, Kemenag Pasangkayu, Kejari Pasangkayu, Para Asisten, Para Kepala OPD Serta Tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Pasangkayu menyampaikan bahwa selaku pemerintah daerah kabupaten Pasangkayu saya mengucapkan selamat datang kepada Bapak pejabat Gubernur Sulawesi Barat beserta rombongan di kabupaten Pasangkayu.

Kemudian Penyusunan RKPD Kabupaten Pasangkayu Tahun 2025 adalah untuk mewujudkan sinergi antara Perencanaan Penganggaran pelaksanaan dan pengawasan pembangunan antar wilayah, antar sektor pembangunan serta mewujudkan efisiensi alokasi berbagai sumber daya dalam pembangunan daerah.

Dokumen RKPD ini akan menjadi dasar rencana kerja perangkat daerah, Kebijakan umum APBD KUA Serta Fasilitas dan Plafon anggaran PPA tahun 2025.

Usai Bupati Pasangkayu menyampaikan sambutannya, acara dilanjutkan dengan Penyampaian arahan dari Pejabat Gubernur Sulawesi Barat.

Prof. Zudan Arif Fahkrullah Menyampaikan bahwa pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengajak kawan-kawan OPD itu ingin pemerintah provinsi dengan Kabupaten sinergi dan kolaborasinya semakin kuat, jadi pekerjaan-pekerjaan provinsi dan pekerjaan-pekerjaan kabupaten kota atau 6 Kabupaten untuk saling mendukung dan menguatkan.

Kemudian RKPD Kabupaten dan RKPD di Provinsi itu harus saling berkaitan, saling menunjang maka APBD kalau perencanaannya sudah saling berkaitan APBD nya harus saling berkaitan.

Kemudian saat ini anak-anak Sulbar yang bisa masuk ke perguruan tinggi negeri, 3 tahun terakhir berkisar 9 -11% yang masuk perguruan tinggi negeri, 9 -11% artinya dari 100 anak, hanya 9 sampai 11 yang bisa masuk TTS.

Ini yang harus kita tingkatkan, kalau bisa sampai 30% atau 40% seperti provinsi-provinsi yang lain. Ini bagus sekali tapi cara meningkatkannya tidak bisa langsung hanya dari pendidikan SMA, harus dari SMP atau dari SD, Maka kita harus bersama-sama, provinsi dan kabupaten menjadikan masyarakat Sesulbar ini menjadi Masyarakat pembelajar.